Senin, 30 April 2018

Pontianak Menari Hadirkan Didik Nini Thowok dan 300 Penari Meriahkan Hari Tari Sedunia di Pontianak

Diperingati setiap 29 April, Hari Tari Dunia menjadi momen bagi warga dunia untuk menampilkan seni gerak tubuh dari daerahnya masing-masing. Tidak terkecuali kota kita, Pontianak. Untuk memperingati Hari Tari Sedunia, Pemerintah Kota Pontianak bekerja sama dengan Ikatan Mahasiswa Seni Untan (Ikanmas) dan sanggar-sanggar yang ada di Pontianak menyelenggarakan event Pontianak Menari dan Pontianak Berkreasi. Selain melibatkan 300 penari, pada event ini terasa spesial sekali karena menghadirkan guest star maestro tari indonesia yaitu Didik Nini Thowok.

Event Pontianak Menari yang dilaksanakan di area publik yaitu di 4 titik tugu Digulis merupakan suatu sinergisitas yang baik antara Disporpar Kota Pontianak dengan Mahasiswa seni Untan. Event yang di mulai dari jam 13.00 Wib yang dibuka dengan berbagai tarian oleh Ikanmas dan sanggar lainnya. Para penari sangat lincah menggerakkan tubuhnya sesuai dengan irama musik yang sangat menghibur. Pertunjukkan ini mendapat antusias yang luar biasa oleh masyarakat kota pontianak. Terlihat sampai akhir acara, masyarakat masih betah menyaksikan berbagai macam tarian yang dipertunjukkan  hingga guest star maestro tari indonesia yaitu Didik Nini Thowok hadir ditengah-tengah para penonton.

Bagi saya pribadi, ini adalah kali ke dua saya melihat pertunjukkan langsung sang mastro tari indonesia ini. Saya selalu terhanyut sekaligus terhibur dengan tarian yang ia tampilkan. Para penonton juga terlihat terkesima saat melihat apa yang sang maestro suguhkan. Pada penampilan kali ini, tanpa rasa malu-malu pria berusia lebih dari 60 tahun itu mengganti pakaian dan topengnya di depan penonton. Sontak aksil konyol itu pun mengundang tawa dan tepuk tangan dari saya dan para penonton lainnya yang menyaksikan. Ditambah lagi dengan gaya-gaya erotis yang ia tampilkan saat membuka kancinlg bajunya satu persatu.
Didik Nini Thowok
Tapi tenang saja, aksi mas Didik ini tidak mengandung unsur pornografi. Sebab, setelah kancing baju dilepas, ia memakai baju lain yang yelah dipakai untuk pertunjukkan selanjutnya. Jadi ia hanya melepaskan pakaian luarnya saja, dan langsung siap beraksi dengan penampilan tari lainnya. Pada pertunjukkannya tadi malam, mas Didik menggunakan topeng dan pakaian sesuai karakter tari yang dibawakannya. Meskipun usianya tidak muda lagi, tapi penampilannya terlihat masih lentur dan energik. Sehingga membuat penonton yang telah memadati area taman Digulis mengapresiasikan apa yang ia tampilkan, sambil bertepuk tangan. Saya sendiri malas beranjak pulang dari tempat saya menyaksikan.  

Saya berharap event pontianak menari ini tidak hanya sebagai momentum untuk memperingati hari tari dunia. Tetapi juga sebagai motivasi dan wadah bagi para penari yang ada di Kalimantan Barat untuk terus melestarikan dan mengembangkan seni budaya tari yang ada di Kalbar. Semoga dengan kesenian tari, para bujang dare pontianak mudi tidak kehilangan kecintaannya terhadap budaya sendiri. Para bujang dare pontianak harus #BanggeBerbudaye. 
Tari Tunggal dengan judul tarian "Ibboh" (Bising)

Bagikan

Jangan lewatkan

Pontianak Menari Hadirkan Didik Nini Thowok dan 300 Penari Meriahkan Hari Tari Sedunia di Pontianak
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.

1 komentar:

Tulis komentar
avatar
11 Mei 2018 04.27

Pelaku seni satu ini, atau juga bisa disebut maestro tari Didik Ninik Thowok .. selalu full entertaining ya.
Aksinya bikin ger2an nontonnya.

Reply