Kamis, 01 Maret 2018

Stop Hoax Dengan 5 Prinsip Cerdas Bersosial Media

 Source : Google
Kejahatan di Indonesia semakin berkembang, bukan hanya di lingkungan masyarakat tetapi juga di media sosial online. Kemudahan informasi yang dapat di akses melalui internet menjadi ladang bagi sebagian oknum untuk berbuat kejahatan seperti penipuan dan pencurian. Tidak asing lagi bahwa beberapa tahun kemarin kita sering mendengar berita penipuan melalui sms yang berjudul mama, papa, om dan tante minta pulsa. Saya yakin 1000% deh kita pasti pernah menerima sms tersebut minimal 1 kali. Bukan hanya berhenti di situ, ternyata kejahatan media sosial semakin berkembang.
 Source : Blogsteguh
Kemarin, saya dan teman-teman dari Komunitas Blogger Pontianak (KBP) berkesempatan menghadiri seminar yang mengajuk tema "Digital Security & Coaching Clinic : Melindungi Diri Di Dunia Digital" . Anton Muhajir menyampaikan bahwa kita penguna media sosial harus bijak menggunakan data privasi yang telah kita share di media sosial. Karena bisa saja data privasi yang telah di share tersebut di salah gunakan oleh sekelompok orang. Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati bukan? maka dari itu, lindungi privasi diri dan kurangi membagikan data pribadi yang sifatnya dapat memicu terjadinya pencurian data. 
Selain itu, acara kemarin juga di hadiri oleh pemateri Dr. Ema Rahmaniah. Ibu Ema menyampaikan bahwa pengguna media sosial di Indonesia sangatlah banyak. Berdasarkan data APJII terdapat 132 juta dari total 252 juta masyarakat Indonesia adalah pengguna internet. Tetapi sangat di sayangkan sekali, masyarakat Indonesia masih kurang mengerti cara menggunakan media sosial dengan baik dan benar.  Padahal, jika media sosial digunakan untuk sesuatu yang positif tentu akan memberikan dampak yang baik bagi kemajuan Indonesia. 
Dokumentasi by Blogsteguh
Salah satu hal yang membuat maraknya berita hoax berkembang di Indonesia adalah karena banyak pihak yang memanfaatkan untuk sebuah kepentingan. Selain itu, kurangnya kewaspadaan dalam menerima informasi yang datang dari media sosial. Jangan melahap bulat-bulat berita palsu dan dengan enteng menyebarkannya. Sangat di sayangkan, pihak yang banyak termakan berita hoax ini adalah generasi transisi yang semasa kecil belum bersinggungan dengan teknologi atau gagap teknologi.
Beruntung masih banyak yang peduli dengan fenomena hoax ini. Mereka yang peduli dengan bahaya hoax membuat gerakan atau forum-forum anti-hoax demi memberantas atau memutuskan mata rantai peredaran berita hoax yang sudah tersebar di masyarakat. Masyarakat anti hoax terus menggalakan gerakan literasi media agar masyarakat teredukasi dan masyarakat yang melek media sosial bisa memilah mana yang berita palsu dan bukan. Mana situs yang kredibel atau tidak. 
Bijaklah dalam bersosial media. Selalu terapkan 5 prinsip cerdas berinternet, yaitu :
  1. Think before posting
  2. Saring before sharing
  3. Click or close
  4. Wise while online
  5. Keep playing or stop
Komunitas Blogger Pontianak hadiri seminar anti hoax  di Canopy Center, Pontianak

Bagikan

Jangan lewatkan

Stop Hoax Dengan 5 Prinsip Cerdas Bersosial Media
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.