Selasa, 27 Maret 2018

Reaksi Zat Cinta Feromon Dalam Film Perfume: The Story Of A Murderer

Source by Google
Pernah dengar film Perfume: The Story Of A Murderer? atau bahkan sudah pada nonton? sayang sekali kalau saya baru selesai menontonnya kemarin, hiks... Konon katanya film ini adalah kisah nyata yang berasa dari Francis. PerfumeThe Story of a Murderer adalah film jerman yang dirilis tahun 2006, disutradarai Tom Tykwer yang mana ide cerita nya berasal dari novel karya Patrick Süskind dengan judul Perfume, dibintangi Ben Wishaw, Rachel Hurd-Wood (kalo masih ingat film peterpan nah dia yang jadi Wendy Darling) dan Alan Rickman (nah dia ini profesor snape di harry potter).

Peran utama dalam film ini bernama Jaen Baptiste Grenouille yang telah mendapat bakat unik dari lahir yaitu indra penciumannya sangat tajam. Dia tidak membedakan antara apa yang dianggap sebagai bau harum atau busuk. Perjalanan hidup Jaen Baptiste Grenouille semakin membuat nya penasaran dan cendrung terobsesi akan tawaran di dunia luar. Ribuan aroma bebauan menyatu membentuk butiran yang tak terlihat. Sampai suatu ketika dia mencium aroma yang sangat harum dari seorang gadis perawan, hingga dia terus mengejarnya untuk merasakan aroma gadis itu. Tapi sayang ketika gadis itu ketakutan Jaen Baptiste membukam mulutnya supaya tidak bisa berteriak dan gadis itupun mati karena kehabisan napas. 
Source by Google
Ada banyak ahli parfum di paris pada masa itu. Salah satunya adalah Giuseppe Malesani yang mengajarkan Jaen Baptiste menyuling parfum untuk yang pertama kalinya. Obsesi Jaen Baptiste sangat besar sehingga dia memutuskan pergi ke kota Grasse. Di Grasse Jaen Baptiste bekerja di tempat bunga dan kembali membuat eksperimen  dengan wanita yang di bunuh terlebih dahulu. Tidak hanya satu wanita, Jaen Baptiste membunuh 12 wanita untuk bereksperimen dan mendaptkan aroma yang tidak biasa untuk dijadikan formula parfum.

Kejahatan Jaen Baptiste tak bisa di toleransi. Dia di tangkap oleh petugas keamanan kota dan di beri hukuman mati. Di hari eksekusi Jean Baptiste menggunakan parfume yang dia suling dan formulakan sendiri. Tak di sangka, Jaen Baptiste berhasil menciptakan parfum yang luar biasa sampai semua orang yang mencium aromanya bisa merasakan sesasi yang dasyat. Dengan aroma parfume yang dia gunakan, membuat nya lepas dari eksekusi hukuman mati. Dengan aroma parfume luar biasa ini pula, dia dapat memperbudak seluruh dunia. Dia dapat membuat raja paris berlutut mencium sepatunya atau mengirim surat kepada Paus dan menyatakan bahwa dirinya adalah mesias yang baru. Dengan aroma parfume yang dia punya dia dapat melakukan itu semua, jika dia mau. 

Jaen Baptiste memutuskan kembali ke Paris. Jaen Baptiste masuk ke kota paris melalui pelabuhan De-Leounis yang merupakan tempat dia dilahirkan. Kenangan kepedihan akan masa lalu hidupnya sangat membekas di hati Jean Baptiste termasuk wanita pertama yang telah dia bunuh. Jean Baptiste merasa tidak bisa menjadi manusia yang mencintai dan di cintai. Jean Baptiste memutuskan untuk mengucurkan parfume yang dia racik ke seluruh tubuhnya sehingga masyarakat sekitar menggorogoti nya karna menyangka dia adalah malaikat. Setelah itu mereka merasa mendapatkan cahaya kebahagiaan dan cinta di hidup mereka untuk pertama kalinya. Dan seketika Jean Baptiste lenyap untuk selama-lamanya. 
Source by Google
Apa hubungannya film ini dengan zat kimia?. Nah, yang membuat saya tertarik menonton film ini selain kisahnya yang menarik adalah ketika saya teringat dengan salah satu zat kimia yang bernama Feromon. ketika menonton film ini, saya terus bertanya kepada diri sendiri. Apakah yang di ekstrak jean baptise itu adalah zat feromon? Feromon merupakan jenis zat kimia yang diproduksi secara alami oleh makhluk hidup. Zat ini sudah lama di temukan yaitu pada tahun 1959 oleh para ilmuwan dari jerman. Menurut para ahli, zat unik ini bisa menjadi daya tarik seksual tersendiri. Feromon manusia sampai sekarang masih menjalani kajian ilmiah dan sedang dalam proses studi banding, dimana hasil penelitian masing-masing masih di cocokkan. Namun, data awal membuktikan bahwa bahan kimia ini memang memainkan peran besar  dalam daya tarik, hasrat, keinginan dan pilihan. 

Proses kerja feromon biasanya dimulai dari kontak mata, jika kontak mata terjadi maka senyawa feromon akan tercium oleh organ tubuh manusia yang sensisitif yaitu Vomerosonal Organ (VNO). VNO ini terdapat di dalam lubang hidung dan terhubung ke dalam otak melalui jaringan syaraf. Setiap feromon berhembus dari tubuh maka feromom ini akan tercium oleh VNO dan akan diteruskan ke daerah hipotalamus yang juga mengatur emosi manusia. Setelah menerima rangsangan, otak akan memberi respon balik dan akan mempengaruhi kondisi psikologis tubuh misalnya akan terjadi perubahan detak jantung, nafas yang menjadi tidak beraturan, suhu tubuh meningkat, keringat, dan lain-lain. Disini setelah senyawa feromon bertindak sebagai inisiator, maka selanjutnya hipotalamus akan merangsang pembentukan senyawa kimia lain yaitu senyawa phenyletilamine (PEA), dopamine, nenopinephrine, senyawa endropin, dan senyawa oksitosin yang tealh saya tulis artikelnya di sini.
Source by Google
Selanjutnya efek dari senyawa feromon dan senyawa-senyawa kimia lain terhadap tubuh manusia dapatlah disamakan dengan efek narkoba. Senyawa-senyawa ini akan membuat seseorang kecanduan sehingga ingin melihat pasangannya atau orang idamannya sesering mungkin. Siapa bilang cinta itu adalah tabu untuk diungkap secara ilmiah setelah melihat fakta yang sudah saya sampaikan diatas? Pertanyaan yang kembali muncul di pikiran saya sekarang adalah : Apakah cinta itu bisa di rekayasa?

Rujukan Bacaan:
Journal Pheromones and their effect on women’s mood and sexuality
https://www.sciencedirect.com 

Bagikan

Jangan lewatkan

Reaksi Zat Cinta Feromon Dalam Film Perfume: The Story Of A Murderer
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.