Rabu, 14 Maret 2018

Jangan Tertipu Kandungan Kosmetik Palsu


Jangan tertipu kandungan kosmetik palsu - Hello Beauty, kesehatan dan kecantikan nampaknya menjadi masalah yang sangat membuat perempuan dilema tingkat dewa. Bagaimana tidak? Zaman sekarang banyak banget jenis kosmetik yang bertebaran di pertokoan online atau pun offline. Tidak tanggung-tanggung, kadang harganya tak masuk akal dengan kualitasnnya. Saya sering mendengar teman-teman membicarakan bahwa membeli lipstik ini murah tapi warnanya tahan lama, beli bedak ini bisa bikin putih dalam beberapa hari dan bla bla bla. Saya kadang cuman bergumam dalam hati, itu kosmetik bahan kimia nya apa ya bisa segitu nya? Dan ternyata dugaan saya benar, tidak semua kandungan bahan produk-produk kosmetik itu aman digunakan pada kulit. Sebab, sedikit banyak produk kecantikan pasti mengandung bahan kimia yang akan berimpact pada kesehatan. 

Sebelum lebih jauh, saya mau menginfokan terlebih dahulu. Semua yang saya tulis ini berdasarkan literatur jurnal, dan artikel terpercaya yang saya baca. Saya bukanlah seseorang yang paham benar dengan masalah kulit. Saya hanya mencoba merangkum dari beberapa sumber yang saya baca, beberapa pengalaman orang-orang di sekeliling saya yang tertipu kosmetik palsu dan mengkaitkannya dengan sedikit ilmu di bangku perkuliahan saya. Tidak perlu menghentikan rutinitas dan obsesi terhadap kecantikan yang ingin anda dapatkan. Hanya saja, jadilah konsumen yang cerdas dan bijak dalam memilih produk yang akan anda gunakan. Lihat dan tinjau serta cermati kembali kandungan bahan-bahan di dalamnya. sekali lagi, jangan tertipu kandungan kosmetik palsu.

Apa saja kandungan kimia berbahaya di dalam kosmetik?
Berdasarkan dari beberapa sumber yang saya baca dan telusuri, ada beberapa jenis bahan kimia yang terkandung dalam kosmetik atau skincare yang baiknya anda hindari. Hal ini demi meminimalisir tingkat resiko kesehatan jika anda terpapar begitu lama pada zat kimia tersebut. Karna notabennya zat kimia yang terkandung di dalamnya semakin lama malah semakin merusak kulitmu bahkan organ-organ dalam tubuhmu. Koq bisa? ya bisa lah. kan kosmetik atau skincare nya di usap ke kulit, lalu meresap ke pori-pori masuk ke jaringan kulit yang lama-lama terserap ke jaringan darah. Darahnya kemana? beredar bebas keseluruh tubuhmu. Maka dari itu, yuk sama-sama simak kandungan bahan kimia yang berbahaya di dalam kosmetik.

1. Merkuri
Merkuri sering disalahgunakan pada krim/lotion pemutih kulit. Merkuri merupakan logam berat yang berbahaya, yang dalam konsentrasi kecil pun dapat bersifat racun. Merkuri dapat menyebabkan bintik-bintik hitam pada kulit, alergi, iritasi kulit, kerusakan permanen pada susunan saraf otak, ginjal dan gangguan perkembangan janin (teratogenik). Paparan jangka pendek dalam dosis tinggi menyebabkan diare, muntah-muntah dan kerusakan ginjal. Merkuri juga merupakan zat karsinogenik (menyebabkan kanker).

2. Hidrokinon 
Hidrokinon adalah zat reduktor yang mudah larut dalam air. Kemampuan hidokinon untuk menghambat pembentukan melanin (zat pigmen kulit) membuat bahan tersebut digunakan sebagai pencerah kulit (skin lightening) yang populer.Krim yang mengandung hidrokinon akan terakumulasi dalam kulit yang dapat menyebabkan mutasi dan kerusakan DNA, sehingga kemungkinan pada pemakaian jangka panjang bersifat karsinogenik.

3. Asam Retinoat/Tretinoin/Retionic Acid
Asam Retinoat/Tretinoin/Retionic Acid banyak disalahgunakan pada obat peeling (pengelupasan kulit), obat jerawat dan pemutih dengan mekanisme kerja pengelupasan kulit. Zat ini dapat menyebabkan kulit kering, rasa terbakar dan teratogenik.

4. Resorsinol
Resorsinol dapat menyebabkan iritasi kulit dan mengganggu sistem imun. Bahaya pemakaian resorsinol pada kulit luka atau teriritasi berupa gejala dermatitis, iritasi mata, kulit, tenggorokan, saluran pernafasan atas, methemoglobinemia, cyanosis, konvulsi, peningkatan detak jantung, dispepsia, hipotermia, hematuria.

5. Bahan Pewarna Merah 
Bahan Pewarna Merah K.3 (CI 15585), Merah K.10 (Rhodamin B) dan Jingga K.1 (CI 12075) sering disalahgunakan pada produk lipstik atau sediaan dkoratif lain (pemulas kelopak mata dan perona pipi) karena warnanya yang cerah. Bahan pewarna sintetis ini umumnya digunakan sebagai zat warna kertas, tekstil atau tinta. Zat warna ini merupakan zat karsinogenik. Rodhamin B dalam konsentrasi tinggi dapat menyebabkan kerusakan hati.

6. Timbal (Pb)
Pb atau timbal merupakan bahan yang dilarang digunakan pada sediaan kosmetika. Pada anak-anak, timbal dapat menyebabkan kerusakan permanen pada otak dan sistem syaraf dan memicu problem dalam tingkah laku dan belajar, menurunkan IQ dan pendengaran, menghambat pertumbuhan dan menyebabkan anemia. Sedangkan pada dewasa, timbal dapat menyebabkan gangguan sistem syaraf pusat, kardiovaskuler (meningkatkan tekanan darah dan hipertensi) dan menurunkan fungsi ginjal. Namun demikian, sebagai cemaran, timbal (Pb) dibatasi dalam kosmetika dengan kadar maksimal 20 ppm.

7. Parabens
Paraben berfungsi sebagai pengawet dan pembasmi bakteri dalam sabun, sampo, kondisioner dan pembersih wajah juga diketahui berbahaya bagi kesuburan apabila digunakan dalam jumlah yang terlalu banyak. Kadar parabens yang tinggi dalam urin pada masa prekonsepsi (sebelum pembuahan) dikaitkan dengan lamanya waktu yang dibutuhkan hingga berhasil hamil. Dengan kata lain, semakin tinggi kadar parabens dalam tubuh, maka pasangan bisa saja semakin sulit hamil.


Badan POM juga telah melarang penggunanaannya pada produk kosmetik tersebut berdasarkan Peraturan Kepala Badan POM Nomor HK.03.1.23.08.11.07517 tahun 2011 Tentang Persyaratan Teknis Bahan Kosmetika. Nah, tugas kita adalah memastikan produk kecantikan yang digunakan tersebut tidak mengandung bahan kimia berbahaya. Nah, supaya lebih aman, pilihlah jenis kosmetik yang memiliki label jelas dan resmi. Teliti pula kandungan produk melalui kemasannya. Dengan mengenal berbagai bahan kimia berbahaya yang terdapat pada produk kecantikan, kita pun bisa lebih waspada saat memilih jenis kosmetik terbaik untuk merawat tubuh atau mempercantik wajah. Jangan tertipu kandungan kosmetik palsu ya beauty.

Sumber: http://www.pom.go.id

Bagikan

Jangan lewatkan

Jangan Tertipu Kandungan Kosmetik Palsu
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.